PERSAHABATAN

PERSAHABATAN
we are friend

Selasa, 30 Desember 2014

Artikel Ilmiah

JADI GURU MUDA, SIAPA TAKUT ?
Zaman sekarang masih punya cita-cita jadi guru? Bukan itu yang seharusnya dipertanyakan, nyatanya zaman semodern dan secanggih ini minat generasi muda cenderung condong pada profesi keguruan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terdapat banyaknya mahasiswa atau mahasiswi jurusan keguruan dan ilmu pendidikan. Mengapa demikian? Banyak sekali alasan yang muncul ke permukaan, seperti karena banyaknya tenaga guru yang dibutuhkan di daerah tertentu, ada yang mengatakan karena menjadi seorang guru itu akan dihormati, ada juga yang ingin menjadi guru karena salah satu orang tuanya juga seorang guru, dan juga adanya apresiasi profesi guru dari pemerintah.
Namun berbeda dengan kondisi diatas, banyaknya peminat profesi guru membuat para remaja masa kini tidak lagi melihat guru sebagai sebuah profesi yang menjanjikan di masa depan. Sehingga akan menyebabkan rendahnya jiwa mengajar para pemuda ini ditambah lagi dengan rendahnya kesejahteraan guru sehingga membuat profesi guru tidak lagi menjadi daya tarik bagi para remaja. Contohnya saja guru honorer yang mengajar salah satu sekolah di  Kecamatan Bandar, honor yang didapatnya hanya Rp.300.000,- per bulan meski lulusan sarjana. Padahal dalam Undang undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 14 ayat (1) huruf a, menyatakan bahwa guru berhak mendapat penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial.
Disamping karena hal tersebut yang harus dipertanyakan adalah, Apakah mudah menjadi seorang guru bagi kaum muda? Yang umumnya masih suka main-main, kurang fokus, “alay”, labil, dan kurang tanggung jawab karena pada dasarnya jiwa muda masih sangat berapi-api dan terombang-ambing.
"Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah." (HR Ahmad, Thabrani dalam al-Mu`jamul Kabir dan lainnya).
Kata shabwah dikaitkan dengan pemuda pada hadis di atas, sebagai pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya. Sebaliknya, dia membiasakan diri melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan.
”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah…!” (QS. Ali Imran : 110). Berdasarkan hadist dan firman Allah diatas, dapat kita cermati bahwa profesi guru itu adalah salah satu kemuliaan dimana menjadi seorang guru itu akan juga menjaga tabiat kita. Dan dengan menjadi guru muda kita akan mengurangi waktu kita yang sia-sia, karena menjadi seorang guru akan menyibukkan diri kita dengan hal-hal yang berguna, rela meninggalkan kenyamanan hura-hura masa remaja, namun penuh inspirasi. Semua itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut memajukan pendidikan Indonesia. Jadi jangan takut menjadi guru muda.
Inilah beberapa alasan menjadi guru muda:
Ø   Kita muda, berwawasan, penuh inspirasi, dan dinamis. Akan menjadikan kita mudah untuk belajar dan berkomunikasi dengan orang banyak. Memudahkan kita disenangi anak-anak.
Ø   Karena ketika profesi guru masih belum sungguh diapresiasi oleh negara secara profesional, kehadiran para guru di tengah masyarakat, terutama masyarakat pedalaman dan pendesaan sangatlah diapresiasi. Mungkin dari segi materi, gaji guru tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi kebutuhan primer makin meningkat belum lagi kebutuhan sekunder, tetapi bisa dikatakan lumayan karena dengan bergelar “masih muda” paling tidak guru muda sudah meringankan beban orang tua.
Ø   Menjadi guru muda adalah cara untuk meneladani A.K.A.R. karena dari situ kita dapat belajar untuk memiliki Ambisi untuk tidak pantang menyerah, belajar Konsisten dalam menjalani tugas, belajar berAdaptasi dalam segala kondisi dan keadaan, menjadi satu dengan lingkungan dan alam. Yang terakhir Rendah Hati menjadi pokok penting diatas segala hal.
Ø   Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, guru, dan orangtua siswa, melainkan tanggung jawab setiap yang terdidik. Karena seringkali ilmu sederhana yang kita punya jadi sangat luar biasa bagi mereka yang membutuhkannya. Di dunia ini banyak orang yang pintar membaca dan menulis, tetapi hitunglah berapa orang yang mau mengajarkannya. Berapa banyak orang terdidik yang mau mendidik.
Ø   Akan ada kepuasan batin tersendiri karena “DIGURUKAN” oleh masyarakat jauh lebih terasa. Guru mendapatkan tempat terhormat di hati masyarakat dan mantan murid karena dedikasi mereka untuk pendidikan bukan terbatas pada ruang kelas, kompleks sekolah, melainkan menjangkau lingkungan sekitar. Guru menjadi panutan dalam kehidupan bersama.

Ø   Karena setiap orang sejatinya bisa menjadi pengubah bagi diri sendiri dan lingkungannya. Dengan menjadi guru muda inilah saatnya jadi tahu, lebih peduli, lalu berbuat aksi nyata. Inilah tangga untuk mengabdi pada indonesia. Inilah mengenal negeri ini dari sudut yang berbeda. Nikmati, alami, dan lalui pengalamannya secara langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar