PERSAHABATAN

PERSAHABATAN
we are friend

Minggu, 06 Oktober 2013

Observasi SD



FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA GERAKAN TERORIS SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEUTUHAN BANGSA INDONESIA


FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA GERAKAN TERORIS SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEUTUHAN BANGSA INDONESIA

Terorisme pertama muncul di Cina 400 tahun yang lalu sebagai suatu strategi dagang di mana kekerasan digunakan sebagai upaya untuk memojokkan lawan bisnisnya. Tapi terorisme pertama digunakan sebagai alat politik pada saat Revolusi Prancis di mana negara menggunakan kekerasan untuk melenyapkan pihak-pihak yg mengoposisi jalannya pemerintah pada saat itu. Di abad 21 ini, terorisme muncul dalam bentuk baru dengan tujuan dan modus yg berbeda dengan terorisme yg terdapat di masa lalu. Di Indonesia sendiri gerakan terorisme sudah marak di beritakan. Sebenarnya apa yang menyebabkan gerakan terorisme tersebut? Banyak hal yang menyebabkan munculnya terorisme dan itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang mungkin kurang dipahami. Nah, disini saya akan membahasnya.

Faktor Penyebab Gerakan Terorisme
Pertama, faktor kesukuan. Tindak teror ini terjadi di daerah yang dilanda konflik antar etnis/suku atau pada suatu bangsa yang ingin memerdekan diri. Seperti gerakan menebar teror akhirnya digunakan pula sebagai satu cara untuk mencapai tujuan atau alat perjuangan. Sasarannya jelas, yaitu etnis atau bangsa lain yang sedang diperangi.Bom-bom yang dipasang di keramaian atau tempat umum lain menjadi contoh paling sering. Aksi teror semacam ini bersifat acak, korban yang jatuh pun bisa siapa saja.
Kedua, kemiskinan. Kemiskinan yang di maksud dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu kemiskinan natural dan kemiskinan struktural. Kemiskinan natural adalah keadaan seorang yang memang berasal dari latar belakang benar-benar tidak mampu. Sedangkan kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang dibuat. Ini terjadi ketika penguasa justru mengeluarkan kebijakan yang malah memiskinkan rakyatnya. Jenis kemiskinan kedua punya potensi lebih tinggi bagi munculnya terorisme.
Ketiga,   modernitas. Di era yang serba modern ini ironisnya terdapat suatu paradoks (perbedaan yang mencolok atau bertolak belakang) di mana di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengalami suatu bentuk kehampaan di dalam jiwanya. Karena itulah manusia berusaha mencari jalan keluarnya lewat ajaran agama. Hal inilah yangg menyebabkakanan munculnya sekelompok orang yg menganut paham fundamental.
Kaum fundamentalis adalah orang-orang yang menginginkan agar manusia menjalankan agama sesuai dengan esensi aslinya (fundamen), apa adanya seperti apa yang tertulis di kitab suci tanpa adanya penafsiran atau pemaknaan yang disesuaikan dengan kehidupan masa kini. Mereka berpikir bahwa penafsiran/pemaknaan itulah yg menyebabkan penyelewengan ajaran agama yang kemudian menyebabkan kehampaan di dalam hidup. Mereka tidak memahami aspek historis dan filosofis teks, dan mereka juga tidak menyukai dialog. Hal inilah yg kemudian menyebabkan mereka menganut paham keras atau radikal.
Mengenai kaum fundamentalis ini saya tidak bermaksud untuk menyoroti agama atau kepercayaan tertentu. Karena pada  masing-masing agama juga terdapat kaum fundamentalis dan mereka berusaha menyebarkan kepercayaan mereka dengan caranya masing-masing. Walaupun sebagian besar teroris di Indonesia yang kita kenal saat ini mengusung agama Islam, tapi bukan berarti semua umat Muslim menganut paham fundamentalis. Dalam hal ini, kita harus cermat, tidak boleh seenaknya asal berpendapat.
Penyebab keempat munculnya terorisme adalah Kapitalis Global, sebuah paham di mana manusia terobsesi oleh kekayaan dan menganut gaya hidup konsumtif. Kapitalisme memandang manusia secara pragmatis (manusia di pandang berdasarkan atribut atau fungsi yang melekat), bukan apa adanya. Kapitalisme memang membawa dampak baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi ia juga membawa dampak buruk seperti perusakan lingkungan karena eksploitasi berlebihan dan juga kesenjangan sosial akibat pola hidup manusia yang semakin individualis dan serakah.
Kelima, sebab-sebab yang kembali kepada para pelaku teror itu sendiri. Baik karena kejahilannya atau pemahamannya yang sesat.
Yang keenam, sebab-sebab yang kembali kepada lingkungan masyarakat yang ia tinggal di dalamnya, yang telah bergejolak padanya berbagai kerusakan, suasa politik yang panas, ketidakpuasan & sebagainya. Seperti aksi teror akan muncul jika ada diskriminasi antar kelompok dalam masyarakat. Ini terjadi saat ada satu kelompok diperlakukan tidak sama hanya karena warna kulit, agama, atau lainnya. Kelompok yang direndahkan akan mencari cara agar mereka didengar, diakui, dan diperlakukan sama dengan yang lain. Atmosfer seperti ini lagi-lagi akan mendorong berkembang biaknya terorisme.
Ketujuh, sebab-sebab yang kembali kepada faktor-faktor eksternal, berupa makar-makar musuh, kezholiman, penindasan dan sebagainya yang dapat menumbuhkan rasa dendam, iri dan sebagainya.
Tentunya uraian-uraian yang saya sampaikan ini tak bisa mencakup seluruh sebab munculnya terorisme karena jalan-jalan kesesatan tiada terbilang dengan keadaan negara atau masyarakat Indonesia yang beraneka ragam.

Dampak Gerakan Terorisme
Gerakan terorisme mempunyai bentuk (modus) beraneka ragam, intinya adalah gerakan intimidasi atau teror atau gerakan yang menebarkan rasa takut kepada individu ataupun masyarakat,dan menjadikannya tidak dalam keadaan aman & tentram. Dan gerakan intimidasi/teror ini telah mencapai pada tingkat pelenyapan jiwa seseorang yang tak bersalah, merampas harta orang lain, bahkan menggagahi kerhormatan yang dilindungi, serta memecah persatuan, terutama merubah kenikamatan menjadi kesengsaraan serta berbagai macam fitnah. Dan juga membuat kerusakan dimuka bumi & mewariskan kepada penduduk bumi bau busuk serta memperluas rasa takut yang mencekam.
Begitu juga berdampak terhadap keutuhan bangsa Indonesia, yaitu seperti:
·                     Ada kesan seakan-akan semangat dan rasa kebangsaan telah menjadi dangkal terutama dikalangan generasi muda seringkali disebut kehilangan jiwa kebangsaan.
·                     Ada kekhawatiran  ancaman disintegrasi kebangsaan dimana paham kebangsaan merosot menjadi paham kesukuan atau keagamaan.
·                     Akan terjadi perpecahan antar masyarakat Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, budaya, agama dan lain sebagainya.
·                     Muncul rasa ketidak percayaan antar individu, masyarakat dan pemerintah.